Instrumentasi-MKG

PRODI D-IV INSTRUMENTASI-MKG

ITARSI STMKG DI KRTI 2023: INOVATIF BERKARYA MENUJU KEMANDIRIAN TEKNOLOGI WAHANA TERBANG NIR AWAK

Tangerang Selatan (09/01) – Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG) turut andil dalam Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) yang diselenggarakan oleh Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek). Setelah sukses mengadaptasi pelaksanaan KRTI selama masa pandemi, BPTI kini kembali menyelenggarakan kompetisi talenta KRTI dalam beragam cabang yang dilaksanakan bertahap secara hybrid, daring untuk seleksi wilayah dan luring untuk final.

Di tahun ini, Institut Teknologi Sumatera (ITERA) menjadi tuan rumah bagi KRTI. STMKG mengirimkan dua tim Ikatan Taruna Instrumentasi (ITARSI) di bawah bimbingan Bapak Anton Widodo, S.Si. yakni AURORATD dalam cabang Tecnology Development – Ground Control Station (TD-GCS) dan (nama tim) dalam cabang Fixed-Wing Ground Control Station (FW-GCS). AURORATD yang beranggotakan taruna Rizqi Faisal Hilmy, taruna Fahar Rafif Arganto, dan taruna M. Fajar Alghifari menjadi tim utama STMKG dengan pesawat AQMU (Air Quality and Meteorogical UAV) yang berhasil mencapai babak final dalam kompetisi. Sementara (nama tim) belum berhasil terbang pada seleksi wilayah, sehingga beralih menjadi tim dukungan mendampingi dan ikut belajar bersama AURORATD yang diadakan di Pangkalan Udara TNI AU Pangeran M. Bun Yamin, Lampung.

Tim ITARSI STMKG – Ground Control Station STMKG Team

Sumber : Dokumentasi Panitia

Sejak akhir Juli, STMKG telah aktif melakukan riset, pengembangan, dan latihan pilot UAV. Fokus utama mereka adalah mempersiapkan pesawat yang mampu terbang dan mengumpulkan data sesuai rencana. Tim ITARSI STMKG menunjukkan inovasi dengan melakukan pemantauan kualitas udara menggunakan UAV yang dapat dipantau melalui GCS dan melaporkan hasilnya melalui bot WhatsApp. Data pemantauan telah disesuaikan dengan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Meskipun belum meraih posisi juara, STMKG menganggap perlombaan ini sebagai pembelajaran berharga. Harapannya, pengalaman KRTI ini menjadi sarana bagi taruna/i untuk mengembangkan potensi dan kreativitas, mendorong kolaborasi antar perguruan tinggi, serta meningkatkan kemampuan dan kontribusi mahasiswa dalam pengembangan Teknologi Wahana Terbang Nirawak di Indonesia. STMKG berkomitmen untuk terus mendukung generasi muda Indonesia dalam berjuang dan berkarya di dunia sistem nir-awak, baik di udara maupun di angkasa lepas, di masa-masa yang akan datang.

Pewarta: Rini Arista

Komentar anda